Budidaya dan Review Karet

IconInformasi Tentang Budidaya Tanaman dan Review Karet

Showing posts with label Persiapan Lahan. Show all posts
Showing posts with label Persiapan Lahan. Show all posts

Persiapan Lahan Untuk Penanaman Karet

Dalam mempersiapkan lahan penanaman karet juga diperlukan pelaksanaan berbagai kegiatan yang secara sistematis dapat menjamin kualitas lahan yang sesuai dengan persyaratan. Beberapa diantara langkah tersebut antara lain :

1. Pemberantasan Alang-alang dan Gulma lainnya

Pada lahan yang telah selesai tebas tebang dan lahan lain yang mempunyai vegetasi alang-alang, dilakukan pemberantasan alang-alang dengan menggunakan bahan kimia. Kegiatan ini kemudian diikuti dengan pemberantasan gulma lainnya, baik secara kimia maupun secara mekanis.

2. Pengolahan Tanah

Dengan tujuan efisiensi biaya, pengolahan lahan untuk pertanaman karet dapat dilaksanakan dengan sistem minimum tillage, yakni dengan membuat larikan antara barisan satu meter dengan cara mencangkul selebar 20 cm. Namun demikian pengolahan tanah secara mekanis untuk lahan tertentu dapat dipertimbangkan dengan tetap menjaga kelestarian dan kesuburan tanah.









3. Pembuatan teras/Petakan dan Benteng/Piket

Pada areal lahan yang memiliki kemiringan lebih dari 50 diperlukan pembuatan teras/petakan dengan sistem kontur dan kemiringan ke dalam sekitar 150. Hal ini dimaksudkan untuk menghambat kemungkinan terjadi erosi oleh air hujan. Lebar teras berkisar antara 1,25 sampai 1,50 cm, tergantung pada derajat kemiringan lahan. Untuk setiap 6 - 10 pohon (tergantung derajat kemiringan tanah) dibuat benteng/piket dengan tujuan mencegah erosi pada permukaan petakan.


4. Pengajiran

Pada dasarnya pemancangan ajir adalah untuk menandai tempat lubang tanaman dengan ketentuan jarak tanaman sebagai berikut :

a. Pada areal lahan yang relatif datar/landai (kemiringan antara 0 – 8%) jarak tanam adalah 7 m x 3 m (= 476 lubang/hektar) berbentuk barisan lurus mengikuti arah Timur - Barat berjarak 7 m dan arah Utara - Selatan berjarak 3 m.


b. Pada areal lahan bergelombang atau berbukit (kemiringan 8% - 15%) jarak tanam 8 m x 2, 5 m (=500 lubang/ha) pada teras-teras yang diatur bersambung setiap 1,25 m (penanaman secara kontur), lihat Gambar 3. Bahan ajir dapat menggunakan potongan bambu tipis dengan ukuran 20 cm – 30 cm. Pada setiap titik pemancangan ajir tersebut merupakan tempat penggalian lubang untuk tanaman.


5. Pembuatan Lubang Tanam

Ukuran lubang untuk tanaman dibuat 60 cm x 60 cm bagian atas , dan 40 cm x 40 cm bagian dasar dengan kedalaman 60 cm. Pada waktu melubang, tanah bagian atas (top soil) diletakkan di sebelah kiri dan tanah bagian bawah (sub soil) diletakkan di sebelah kanan (Gambar 4). Lubang tanaman dibiarkan selama 1 bulan sebelum bibit karet ditanam.

6. Penanaman Kacangan Penutup Tanah (Legume cover crops = LCC)

Penanaman kacangan penutup tanah ini dilakukan sebelum bibit karet mulai ditanam dengan tujuan untuk menghindari kemungkinan erosi, memperbaiki struktur fisik dan kimia tanah, mengurangi pengupan air, serta untuk membatasi pertumbuhan gulma.

Komposisi LCC untuk setiap hektar lahan adalah 4 kg. Pueraria javanica, 6 kg Colopogonium mucunoides, dan 4 kg Centrosema pubescens, yang dicampur ke dalam 5 kg Rock Phosphate (RP) sebagai media. Selain itu juga dianjurkan untuk menyisipkan Colopogonium caerulem yang tahan naungan (shade resistence) ex biji atau ex steck dalam polibag kecil sebanyak 1.000 bibit/ha.
»»  Readmore

 
 

Pembukaan Lahan untuk Tanaman Karet

Pembukaan lahan ( Land Clearing ) dimaksudkan agar lahan bersih dari sisa-sisa tumbuhan hasil tebang, sehingga tidak menggangu dalam proses selanjutnya.

Kegiatan Pembukaan Lahan ini meliputi sebagai berikut : 
  1. Penebangan Pohon
  2. Pendongkelan  Akar kayu yang masih tertinggal
  3. Pembabatan Semak Belukar 
  4. Penataan dan pembersihan lahan. 
Setelah kegiatan Pembukaan Lahan ini selesai kita bisa melanjutkan kegiatan berikutnya yaitu Menata blook-blok, Pembuatan Jalan Kebun dan Penataan saluran air.
  • Penataan blok-blok nantinya untuk mengatur jenis/ kloon tanaman karet dan waktu penanaman. Lahan kebun di petak-petak kedalam blok-blok dan disatukan dalam satu hamparan untuk memudahkan kita mengatur penanaman.
  • Pembuatan Jalan Kebun harus saling berkaitan antara blok satu dengan yang lainnya  supaya proses pengambilan produksi di kebun tidak terhambat, Jarak pikul tidak terlalu jauh, dan Kontrol kebun lebih mudah. Lebar jalan bisa disesuaikan dengan kondisi kebun. 
  •  Penataan saluran air dibuat dengan. Luas penampang disesuaikan dengan curah hujan pada satuan waktu tertentu, dan mempertimbangkan faktor peresapan dan penguapan. Seluruh kelebihan air pada Filed Drain dialirkan pada parit-parit penampungan untuk selanjutnya dialirkan ke saluran pembuangan (outlet drain).
»»  Readmore